Penting! 8 Tips Menyusui untuk Ibu Baru (yang Baru Melahirkan)

Penting! 8 Tips Menyusui untuk Ibu Baru (yang Baru Melahirkan) - ASI adalah makanan terbaik yang dapat Anda berikan kepada bayi Anda yang baru lahir setidaknya selama enam bulan, seperti yang direkomendasikan oleh World Health Organization dan American Academy of Pediatrics.
Penting! Ini 8 Tips Menyusui untuk Ibu Baru (yang Baru Melahirkan)
Terserah Anda, apakah Anda ingin menyusui atau memberi susu dengan botol bayi Anda, tetapi sebagai ibu baru, Anda harus sadar akan manfaat menyusui saat membuat keputusan.

Pertama-tama, ASI memiliki semua nutrisi yang dibutuhkan bayi yang baru lahir untuk tumbuh dan tetap sehat. ASI meningkatkan sistem pencernaan yang sehat; memperkuat sistem kekebalan bayi; meningkatkan IQ; membantu mencegah sindrom kematian bayi mendadak (SIDS); melindungi terhadap kondisi seperti asma, alergi, diabetes dan obesitas; dan memastikan perkembangan yang sehat pada bayi prematur.

Bukan hanya bayi, menyusui juga baik untuk ibu. Menyusui membantu rahim Anda kembali ke ukuran sebelum kehamilan lebih cepat. Ini juga membantu membakar kalori ekstra dan Anda akan membuang berat badan akibat kehamilan lebih cepat. Selain itu, mengurangi risiko terkena kanker payudara, kanker ovarium, penyakit jantung dan diabetes.

Juga diketahui bahwa menyusui membantu Anda mengembangkan ikatan dengan bayi yang baru lahir. Jika Anda memilih untuk menyusui, ingatlah bahwa itu adalah proses yang dipelajari. Tidak ada aturan yang keras dan cepat tentang cara melakukannya.

Namun, untuk meningkatkan peluang keberhasilan Anda, ada banyak tips dan trik sederhana yang dapat Anda ingat dan ikuti.

8 Tips Menyusui untuk Ibu Baru (yang Baru Melahirkan)

1. Selalu Tanyakan Tentang Cara Menyusui yang Benar

Menyusui untuk pertama kalinya tidak selalu mudah. Tidak peduli seberapa banyak Anda membaca tentang menyusui, pengalaman nyata akan sangat berbeda.

Jadi, ketika Anda menyusui bayi Anda dalam satu jam pertama setelah melahirkan, jangan ragu untuk meminta bantuan. Seorang perawat bersalin atau konsultan rumah sakit dapat menunjukkan kepada Anda bagaimana memposisikan bayi untuk menyusui dan apakah bayi menempel dengan benar.

Meskipun mungkin terasa tidak nyaman ketika bayi Anda mengaitkannya, itu tidak pernah menyakitkan. Jika sakit sekali, maka Anda mungkin tidak memiliki posisi yang tepat.

Ketika Anda pulang ke rumah, kelilingi diri Anda dengan sistem pendukung yang baik dan hubungi dokter Anda jika Anda memiliki masalah berkelanjutan dengan menyusui.

2. Usahakan Diri Anda Dalam Keadaan Nyaman

Menyusui bisa melelahkan, jadi Anda harus merasa nyaman sebelum menyusui.

Jika Anda merasa sangat sakit sejak melahirkan, dukung diri Anda dengan bantal. Kemudian, lilitkan bayi Anda dekat dengan payudara Anda. Disarankan untuk tidak bersandar ke depan untuk membawa payudara Anda ke bayi Anda, karena dapat menyebabkan rasa sakit, terutama segera setelah melahirkan.

Selalu dukung kepala bayi Anda dengan satu tangan dan dukung payudara Anda dengan tangan yang lain. Buat bayi Anda membuka mulut dengan menggelitik bibir bawahnya dengan puting Anda. Jika bayi Anda lapar, ia akan menempel dan mulai mengisap dan menelan dengan cara berirama.

3. Cari Sinyal

Bayi Anda akan memberi Anda sinyal ketika dia lapar. Dia mungkin mencari di sekitar puting Anda, meletakkan tangannya di mulutnya atau terlihat semakin waspada.

Begitu Anda melihat sinyal, yang perlu Anda lakukan hanyalah mengambil bayi Anda dan mulai menyusui. Awalnya, Anda mungkin harus menyusui sekitar 10 hingga 12 kali sehari. Beberapa bayi mungkin membutuhkan lebih banyak makanan. Semakin sering Anda menyusui bayi Anda, semakin banyak susu yang dihasilkan payudara Anda.

Karena bayi yang baru lahir secara naluriah memiliki penciuman yang tinggi, letakkan bayi Anda dari kulit ke kulit. Ini akan membantu bayi Anda mencari puting untuk mulai menyusui.

4. Umpan dari Kedua Payudara

Ketika datang untuk menyusui, bantu bayi Anda menyusui dari kedua payudara Anda.

Cobalah menyusui bayi Anda dari payudara pertama secara menyeluruh, sampai payudara terasa lembut dan lebih ringan. Biasanya bayi Anda bersendawa dan tawarkan payudara kedua.

Jika bayi Anda lapar, ia akan menempel ke payudara kedua dengan cepat. Jika tidak, mulailah sesi menyusui berikutnya dengan payudara kedua.

Dalam beberapa kasus, bayi lebih suka menyusui hanya pada satu payudara. Jika ini kasusnya, penting memompa payudara yang lain untuk mengurangi tekanan dan memastikan suplai ASI Anda.

5. Pastikan Diri Anda Terhidrasi

Hidrasi yang tepat adalah kunci untuk kesehatan yang baik, tetapi bahkan lebih penting untuk minum banyak air saat menyusui.

Hormon pembuat susu membantu tubuh Anda menghemat air, jadi jika Anda tidak minum cukup air, itu akan memengaruhi kadar cairan atau volume susu Anda. Jadi, meningkatkan hidrasi tidak selalu meningkatkan suplai susu tetapi jika kurang cukup air cenderung menurunkan suplai ASI.

Juga, tidak minum air yang cukup dapat menyebabkan konstipasi pada ibu, kelelahan dan konsentrasi yang buruk. Ide yang bagus adalah minum segelas air saat menyusui. Juga, minum banyak cairan seperti air, jus segar, dan susu sepanjang hari untuk membantu Anda tetap terhidrasi.

6. Makan Makanan Sehat

Untuk memastikan pasokan ASI yang baik, perhatikan makanan Anda. ASI berubah dalam volume dan komposisi tergantung pada makanan Anda, jadi pilih makanan Anda dengan hati-hati.

Beberapa pilihan sehat untuk meningkatkan produksi ASI termasuk air barley, susu, teh adas, dan bawang putih.

Anda juga harus mengonsumsi makanan laktogenik, yang membantu meningkatkan pasokan ASI serta kualitasnya. Makanan semacam itu termasuk almond mentah, oatmeal, telur, wortel, bayam dan beras merah.

Selain itu, untuk menjaga energi Anda, tubuh Anda membutuhkan ekstra kalori dan cairan.

7. Tunda Dulu Dot Bayi Anda

Hindari memberi bayi Anda dot selama bulan-bulan awal, karena dapat mengganggu masa-masa menyusui.

Jangan berhenti menyusui bayi Anda sebelum waktunya, karena dot bayi dapat menyebabkan anak Anda berhenti minum ASI. Ini akan mempengaruhi pertumbuhan mereka, karena Anda tidak dapat memberi makan bayi Anda sampai dia berusia 6 bulan.

Setelah bayi Anda selesai melakukan rutinitas menyusui, Anda bisa memberinya dot saat tidur siang atau tidur. Ini akan membantu mengurangi risiko SIDS.

8. Rawat Puting Anda

Setelah setiap menyusui, biarkan beberapa ASI mengering secara alami di puting Anda. ASI memiliki sifat antibakteri serta penyembuhan yang dapat membantu mencegah puting yang sakit atau pecah-pecah.

Jika payudara bocor di antara waktu menyusui, gunakan bantalan bra dan sering mungkin mengubahnya.

Jika puting Anda kering atau pecah-pecah, oleskan minyak kelapa atau minyak zaitun setiap selesai menyusui. Gosok lembut puting dengan tisu basah sebelum menyusui bayi Anda.

Saat mandi, bersihkan puting secara menyeluruh untuk mencegah penumpukan residu.

Demikianlah 8 Tips Menyusui untuk Ibu Baru (yang Baru Melahirkan). Semoga artikel ini bermanfaat.


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search